your adv. herebanner

ARCHIPEDDY
 

 

your adv here

 

powered by google

Related Link

Pengadaan Barang dan Jasa Elektronik IndonesiaSaat ini pemerintah Indonesia menggalakkan peningkatan pengadaan mutu barang dan jasa, sehingga penyelenggaraannya harus secara profesional dan melalui tender yang benar-benar terpadu, antara lain melalui elektonok / online di dunia internet

Kamus Kimia Untuk Home Industry
Iklan Baris
Waralaba/Franchise

 

Google
 
 
 
home bisnishome bisnis Beberapa resep untuk home industry pembersih

taken from: many source



Berusaha dalam bidang home industry tidak perlu ragu menghadapi persaingan dari produk pabrik besar.

Untuk dapat bersaing, :
Glass Cleaner (pembersih kaca)
Formalin 1 oz
Glycerin 2 oz
Alkohol 3,5 liter
(beri pewarna, bisa dengan metylen blue secukupnya)

Pembersih lantai kolam renang
Bubuk deterjen 25 gram
Sodium carbonate 50 gram
Trisodium phosphate 20 gram
Sodium metaphosphate 5 gram
Semua bahan dicampur rata

Pembersih karat besi.
Resep 1.
Orthophosphor zuur 35 gram
Air 30
Metiletilketon 10
Glikoletileter 25

Resep 2
Stannichlorid 10
Asam tartrat 2
Air 4000

Pencegah Karat
Asam fosfat 0,55 liter
Pyrolusite 1 liter
Air 30 liter (Besi dicelupkan dalam larutan, atau kwas disapukan pada bidang yang hendak dilindungi)

Tinta warna hitam

Nigrosin 300 gram
Phenol 30 gram
Aquadestilata 5 liter
Semua bahan dicampur rata.

Lysol (Liquiro Cresoli Saponatus
Larutan KOH 35 persen sebanyak 70 ml, dicampur dengan Oleum Lini 130 ml diaduk lalu didiamkan selama 24 jam. Sesudah sehari, dipanaskan sampai buih mencair kembali. Tambah air 200 bagian, dan Kresol crudum 200 bagian juga. Diaduk sampai rata, lalu tambah air secukupnya.

Penggolongan Deterjen berdasarkan Bentuk Fisiknya

1. Deterjen Cair, secara umum deterjen cair hampir sama dengan deterjen bubuk. Yang membedakan cuma bentuk fisik. Di Indonesia setahu saya deterjen cair ini belum dikomersilkan, biasanya digunakan untuk laundry modern menggunakan mesin cuci yang kapasitasnya besar dengan teknologi canggih.
2. Deterjen krim, bentuk deterjen krim dengan sabun colek hampir sama tetapi kandungan formula bahan baku keduanya berbeda.
3. Deterjen bubuk, jenis deterjen bubuk ini yang beredar dimasyarakat atau dipakai sewaktu mencuci pakaian. Berdasarkan keadaan butirannya, deterjen bubuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu deterjen bubuk berongga dan deterjen bubuk padat. Perbedaan bentuk butiran kedua kelompok tersebut disebabkan oleh perbedaan proses pembuatannya.
A. Deterjen bubuk berongga.
Deterjen bubuk berongga mempunyai ciri butirannya berongga seperti bola sepak yang didalamnya berongga. Butiran deterjen jenis berongga ini dihasilkan oleh proses spray drying ( proses pengabutan dilanjutkan dengan proses pengeringan). Kelebihan deterjen bubuk berongga dengan deterjen bubuk padat adalah deterjen bubuk berongga tampak volumenya lebih besar.
B. Deterjen bubuk padat.
Bentuk butiran deterjen bubuk padat bentuknya seperti bola tolak peluru, yaitu semua bagian butirannya terisi oleh padatan sehingga tidak berongga. Butiran deterjen yang padat ini merupakan hasil olahan dari proses pencampuran kering (dry mixing). Kekurangan deterjen bubuk padat ini tampak volumenya tidak besar sehingga kelihatan sedikit.

Bahan Baku untuk Pembuatan Deterjen

1. Bahan Aktif
Bahan aktif ini merupakan bahan inti dari deterjen sehingga bahan ini harus ada dalam pembuatan deterjen. Secara kimia bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl sulfonate. Sodium lauryl sulfonate dengan beberapa nama dagang dengan nama texapone, Emal, luthensol, dan neopelex. Secara fungsional bahan mempunyai andil dalam meningkatkan daya bersih. Ciri dari bahan aktif ini mempunyai busa banyak dan bentuknya jel (pasta).

2. Bahan pengisi
Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengisi dari keseluruhan bahan baku. Pemberian bahan pengisi ini dimaksudkan untuk memperbesar atau memperbanyak volume. Keberadaan bahan ini dalam deterjen semata-mata dilihat dari aspek ekonomis. Bahan pengisi deterjen disini menggunakan sodium sulfat (Na2SO4). Bahan lain sebagai pengisi deterjen dapat mengguanakan tetra sodium pyroposphate dan sodium sitrat. Bahan ini berbentuk serbuk, berwarna putih dan mudah larut dalam air.

3. Bahan penunjang
Salah satu contoh bahan penunjang deterjen adalah soda abu (Na2CO3) yang berbentuk serbuk putih. Bahan penunjang ini berfungsi sebagai meningkatkan daya bersih. Keberadaan bahan ini dalam deterjen tidak boleh terlalu banyak, sebab dapat menimbulkan efek panas pada tangan saat mencuci pakaian. Bahan penunjang lainnya adalah STPP (sodium tripoly posphate) yang juga penyubur tanaman. Ini dapat dibuktikan air bekas cucian disiramkan ke tanaman akan menjadi subur. Hal ini disebabkan oleh kandungan fosfat yng merupakan salah satu unsur dalam jenis pupuk tertentu.

4.Bahan Tambahan (aditif)
Bahan tambahan ini sebenarnya tidak harus ada didalam pembuatan deterjen. Namun demikian, produsen mencari hal-hal baru untuk mengangkat nilai dari deterjen itu sendiri. Salah satu contoh bahan tambahan ini adalah CMC (Carboxyl methyl cellulose). Bahan ini berbentuk serbuk putih yang berfungsi mencegah kotoran kembali ke pakaian.

5. Bahan Wangi
Keberadaan bahan wangi ini sangat penting keberadaannya, sebab suatu deterjen dengan kualitas baik bila menberi parfum salah akan berakibat fatal dalam penjualan. Parfum untuk deterjen umumnya bentuknya cair kekuning-kuningan.

Resep Pembuatan Deterjen

1. Texapon
2. Na2SO4 secukupnya
3. NaHCO3 25%
4. NaCO3 7%
5. STPP / CMC secukupnya
6. Parfum secukupnya
Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk kayu, dan saringan deterjen
Cara Membuat Deterjen
1. Texapon + NaHCO3 aduk rata
2. (1) + Na2CO3 aduk rata
3. (2) + Na2SO4 aduk rata
4. (3) + STPP/CMC aduk rata
5. Diayak dan keringkan
6. Parfum
7. Kemas, pasarkan

Keistimewaan produk deterjen ini
- Daya bersihnya kuat atau membersihkan kotoran yang membandel.
- Direndam berhari-hari baju tidak akan menimbulkan bau.
- Hemat air karena hanya sekali bilas.

Berikut beberapa resep industri kecil lain yang bisa dicoba. Kami kelompokkan dalam katagori:

Pewarna Tinta, Semir
KosmetikPemerah bibir, pewarna kuku
Catanti karat, cat tembok
-

Jika Anda ingin mencoba /bereksperimen, bisa lihat daftar bahan kimia yang biasa digunakan di Kamus Kimia Untuk Home Industry

Google
© COPYRIGHT 2005-2011 - www.wiraswasta.archipeddy.com