your adv. herebanner

ARCHIPEDDY
 

 

your adv here

powered by google

Related Link

Pengadaan Barang dan Jasa Elektronik IndonesiaSaat ini pemerintah Indonesia menggalakkan peningkatan pengadaan mutu barang dan jasa, sehingga penyelenggaraannya harus secara profesional dan melalui tender yang benar-benar terpadu, antara lain melalui elektonok / online di dunia internet

Kamus Kimia Untuk Home Industry
Iklan Baris
Waralaba/Franchise

 

Google
 
 
 
home bisnis Mengkaji aspek home industry Indonesia

taken from: many source


UJI AIR BOILER/CHILLER/COOLING TOWER

1. Kesadahan Air
Kesadahan suatu air akan mempengaruhi kebersihan peralatan pengolahan dan boiler juga bahan yang diolah dengan air, dimana kesadahan akan enyebabkan terbentuknya endapan (kerak) dalam alat pengolah atau boiler berupa endapan Ca dan Mg.
Kesadahan air dapat dibagi menjadi kesadahan yang sifatnya sementara dan bersifat tetap. Kesadahan sementara disebabkan garam-garam bikarbonat dari Ca dan Mg. Kesadahan tetap merupakan kesadahan yang disebabkan oloeh garam Cl2 dan SO4 dari Ca dan Mg dan dapat dihilangkan dengan mereaksikannya dengan bahan kimia seperti kapur ataupun soda atau dengan penambahan tanah yang mengandung SiO2Al2O3NaO6H2O. Cara terakhir sering disebut dengan cara permutit.
2. Penentuan Tingkat Kesadahan Air
Semakin tinggi tingkat kesadahan air semakin tinggi pula kadar kerak yang ditimbulkan pada boiler atau Chill water, serta peralatan pengolahan lainnya. Untuk mengetahui besarnya tingkat kesadahan dapat dilakukan dengan pengujian.

No Tingkat Kesadahan Ppm CaCO3
1 Air Lunak (Soft water) < 50
2 Sedikit sadah 50 – 100
3 Sadah 100 – 200
4 Sadah sekali (hard water) > 200
Dasar penentuan kesadahan air adalah dengan mereaksikan dengan asam Ethilen Diamin Tetra Asetat (EDTA) sehingga ion- ion pembentuk kesadahan akan membentuk chelat dan mengendap. Banyaknya EDTA ekuivalen dengan tingkat kesadahan. Biasanya untuk tingkat kesadahan dipakai standar unit ppm CaCO3. 3. Penentuan Kandungan chloride dan sulfat
Adanya chloride, chlorine dan sulfat dalam air dapat menyebabkan korosif pada logam dari alat pengolahan atau boiler dan chiller. Reaksi yang terjadi dari sifat korosif tersebut dapat mempengaruhi efektifitas kerja boiler/chill water, disamping menurunkan tekanan uap juga menghambat perambatan panas, serta menjadikan umur pakai alat menurun.

Khlorida dapat ditentukan dengan cara Mor’s yaitu dengan menitrasi sample dengan perak nitrat menggunakan potassium kromat sebagai indikator. Barium khlorida yang terbentuk akan mengendap berupa endapan putih dan perak kromat yang terbentuk saat titrasi akan berwarna merah yang merupakan tanda titrasi berakhir.

Sulfat tersebar luas dalam air terutam air sadah. Beberapa cara penentuan sulfat dalam sample dapat dilakukan yaitu antara lain dengan pengendapan menjadi Barium sulfat dengan penambahan Barium khlorida (BaCL2)berlebihan. Selanjutnya endapan dikeringkan dan ditimbang. Sulfat juga dapat ditentukan dengan Volumetri yaitu titrasi langsung dengan Barium khlorida dengan menggunakan indikator Tetrahidroksiquinon. Akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna kuning menjadi merah. Gas CO2 dalam air dapat menyebabkan korosi pada boiler dan chiller. Gas CO2 dapat ditentukan dengan titrasi mengggunakan Na2CO3 atau NaOH memakai indicator PP. CO2 akan bereaksi dengan NaOH atau Na2CO3 menjadi sodium bikarbonat (NaHCO3).

Label: BOILER/COOLING TOWER/CHILLER
CONVENSIONAL BOILER WATER TREATMENT
PENGOLAHAN AIR BOILER/CHILLER/ COOLING TOWER KONVENSIONAL

Dalam industri, uap panas digunakan untuk energi pemanasan, pengupasan, penghilangan lendir, peningkatan kelembaban dan pembersihan. Uap panas juga digunakan dalam proses blanching, exhausting dan sterilisasi. Uap panas diproduksi dengan menggunakan boiler, yaitu tempat memanaskan air hingga air berubah menjadi uap. Dalam pengadaan air untuk produksi uap, sedapat mungkin dihindarkan penggunaan air yang banyak mengandung garam-garam kalsium dan magnesium (air sadah).

Pengaruh penggunaan air sadah kurang baik karena dapat mempercepat timbulnya kerak pada bejana dan pipa sehingga mengurangi efisiensi kerja dan umur pakai alat. Demikian pula dengan tingkat keasaman air/alkalinitasnya. Jika air bersifat asam maka akan menyebabkan reaksi dan berakibat korosif terhadap logam, disamping akan berubah warna airnya juga umur pakai alat menjadi berkurang serta kekuatan terhadap tekanan akan semakin melemah karena menipisnya logam akibat korosif. Untuk itu air yang akan digunakan sebagai air baku boiler atau chill water diusahakan air dengan pH netral dan berupa air lunak. 2. Kesadahan air dan Cara Menghilangkannya Air sadah adalah air yang banyak mengandung garam kalsium dan magnesium. Dalam industri pengolahan hasil pertanian, air sadah mempunyai beberapa kelemahan/kerugian, yaitu: a.) Air sadah tidak efektif sebagai air pencuci, karena ion kalsium dan magnesium bereaksi dengan sabun, akibatnya menambah kebutuhan sabun dalam pencucian. Kesadahan juga meninggalkan endapan sebagai lapisan tipis pada permukaan benda yang dicuci. b.) Kesadahan menyebabkan timbulnya endapan/kerak pada bejana dan pipa. Akibatnya proses produksi akan terganggu, umur alat menjadi berkurang. c.) Tingginya kesadahan dapat juga menimbulkan rasa dan warna yang tidak dikehendaki.

Usaha pengurangan/penghilangan kesadahan air disebut pelunakan air. Ada dua jenis kesadahan air, yaitu kesadahan sementara dan kesadahan tetap. Kesadahan sementara disebabkan oleh tingginya kandungan kalsium bikarbonat atau magnesium bikarbonat, dapat dihilangkan dengan cara pemanasan. Melalui pemanasan dapat menimbulkan endapan CaCO3 dan MgCO3 yang dapat dipisahkan dengan penyaringan.
Ca(HCO3)2 (aq) CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)
Mg(HCO3)2 (aq) MgCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)
Jika air banyak mengandung garam kalsium atau magnesium selain bikarbonat, kesadahannya disebut kesadahan tetap karena tak bisa dihilangkan dengan pemanasan. Cara pelunakannya dengan mereaksikan garam-garam tersebut dengan soda abu (Na2CO3) sehingga kalsium dan magnesium mengendap sebagai CaCO3 dan MgCO3. Contoh reaksinya:
CaSO4 (aq) + Na2CO3 (aq) CaCO3 (s) + Na2SO4 (aq)
MgSO4 (aq) + Na2CO3 (aq) MgCO3 (s) + Na2SO4 (aq)
CaCl2 (aq) + Na2CO3 (aq) CaCO3 (s) + 2 NaCl (aq)
MgCl2 (aq) + Na2CO3 (aq) MgCO3 (s) + 2 NaCl (aq)
Cara lain untuk melunakkan air adalah dengan penggunaan zeolit atau resin ion(penukar ion). Zeolit (atau disebut natrium zeolit) adalah batuan mineral sebagai natrium silikat, dengan rumus (2 SiO2Al2O3Na2O). Ion natrium dalam zeolit dapat bereaksi untuk pertukaran ion. Prinsip pelunakan dengan proses zeolit adalah mengganti ion kalsium dan magnesium dalam air dengan ion natrium dari zeolit. Sebaliknya, senyawa natrium zeolit berubah menjadi kalsium zeolit dan magnesium zeolit. Reaksinya adalah sebagai berikut:
CaSO4 (aq) + Na2-zeolit (s) Ca-zeolit (s) + Na2SO4 (aq)
MgSO4 (aq) + Na2-zeolit (s) Mg-zeolit (s) + Na2SO4 (aq)
CaCl2 (aq) + Na2-zeolit (s) Ca-zeolit (s) + 2 NaCl (aq)
MgCl2 (aq) + Na2-zeolit (s) Mg-zeolit (s) + 2 NaCl (aq)
Ca(HCO3)2 (aq) + Na2-zeolit (s) Ca-zeolir (s) + 2 NaHCO3 (aq)
Mg(HCO3)2 (aq) + Na2-zeolit (s) Mg-zeolit (s) + 2 NaHCO3 (aq)
Setelah zeolit secara keseluruhan telah berubah dari natrium zeolit menjadi kalsium zeolit dan magnesium zeolit, maka zat itu tak dapat lagi digunakan untuk pelunakan. Oleh karena itu diperlukan regenerasi zeolit agar dapat digunakan lagi dalam proses yang sama. Regenerasi zeolit dilakukan dengan mereaksikan kalsium zeolit dan magnesium zeolit dengan garam NaCl sehingga terbentuk lagi natrium zeolit yang aktif. 2 NaCl (aq) + Ca-zeolit (s) Na2-zeolit (s) + CaCl2 (aq) 2 NaCl (aq) + Mg-zeolit (s) Na2-zeolit (s) + MgCl2 (aq) 3. Pelunakan air Pelunakan air bertujuan untuk mengurangi kandungan garam kalsium dan magnesium dalam air sadah, sehingga dapat diperoleh air lunak. Caranya yaitu dengan menambahkan bahan kimia, sehingga garam kalsium dan magnesium berubah menjadi senyawa mengendap sehingga dapat dipisahkan. Bahan pelunak yang baik adalah Natrium karbonat (soda abu) Untuk menghasilkan uap panas dalam proses produksi pengolahan digunakan boiler. Sebagai bahan baku boiler penghasil uap adalah air. Agar boiler dapat menghasilkan uap secara efektif, diperlukan air yang memenuhi persyaratan yaitu air dengan alkalinitas netral (pH ± 7) sehingga air tidak bersifat korosif. Air yang asam akan menimbulkan reaksi yang berakibat air berubah warna serta terjadi penipisan lapisan logam alat. Disamping pH air, kesadahan juga sangat mempengaruhi terhadap keselamatan dan efektifitas kerja boiler. Air sadah disamping dapat menimbulkan kerak pada permukaan alat yang semakin lama semakin menebal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyumbatan pada pipa-pipa distribusi, jika tekanan uap sangat besar dapat membahayakan keselamatan, karena terjadi pemampatan dan dapat berakibat fatal dengan meledak/jebolnya pipa distribusi. Kerak yang terbentuk pada permukaan pipa boiler dapat mengurangi terjadinya transfer panas sehingga energi untuk mengubah air menjadi uap menjadi besar, karena adanya energi panas yang terserap oleh kerak. Oleh karena itu air baku boiler/chill water sebelum dialirkan kealat atau digunakan terlebih dahulu harus diketahui karakteristiknya, sehingga dapat diantisipasi jika air tidak memenuhi persyaratan.

Label: BOILER/COOLING TOWER/CHILLER Kamis, 10 Desember 2009 KIMIA BANGUNAN KENYATAAN SAAT BANGSA KITA SEDANG GIAT MEMBANGUN NEGERI INI, gedung-gedung bertingkat bertebaran dimana-mana, saraa-sarana penunjangnya juga harus diperhatikan,jangan pernah dilupakan "bagaimana merawatnya ?" bila tidak, semua itu akan menjadi sia-sia belaka. apakah anda membutuhkan formula Untuk perawatan dan pembersihan peralatan berikut / sejenisnya : 1. Treatment water Cooling Tower (pembersihan tetap beroperasi & berhenti)
2. Treatment water didalam Boiler (pembersihan tetap beroperasi & berhenti & perawatan terhdap korosi)
3. Treatment air sebelum masuk boiler, cooling tower dan Chiller agar tidak meninbulkan kerak dan korosi 4. Treatment Chiller(pembersihan tetap beroperasi & berhenti)
5. Treatment Kolam Renang ( berhenti )
Polutan di kolam renang Air di kolam renang umum mengandung mikroorganisme dan zat-zat yang tidak diinginkan, yang berasal dari kulit dan produk-produk ekskresi perenang. Perenang menyebabkan banyak polutan masuk ke dalam air, seperti bakteri dari air liur, produk-produk ekskresi, polusi dari swimwear, jaringan kulit, sebum, keringat, hidung dan tenggorokan air liur, rambut, kosmetik, dan amonia (NH3). Bersih Vouching kolam renang air melalui penyegaran terus-menerus sering terlalu mahal. Lebih jauh lagi, hal ini tidak memecahkan masalah polutan yang tetap berada pada dinding kolam renang. Recicled air, menyebabkan polusi dan patogen konsentrasi meningkat. Mikroorganisme akan bertambah banyak dan ini menyebabkan risiko penularan meningkat. Polutan terlarut Kolam renang air mengandung polutan terlarut, seperti urin dan keringat dan produk-produk ekskresi perenang. Keringat dan urin sebagian besar terdiri dari air, amonia dan ureum. Bahan ini juga mengandung kreatine, kreatinine dan asam amino. Komponen keringat dan urin tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, ketika produk tersebut bereaksi dengan disinfektan dalam air, seperti klorin, produk reaksi yang tidak diinginkan dapat dibentuk yang terdiri terutama dari chloramines. Air dapat mengandung polutan terlarut yang berasal dari desinfektan dan agen pembersih yang digunakan untuk membersihkan kolam renang. Polutan terlarut sebagian besar dihapus oleh oksidasi. Ini berarti bahwa polutan yang membusuk oleh bahan kimia. Zat-zat yang tidak atau sebagian membusuk selama proses oksidasi dan produk oksidasi dihapus dari sistem sirkulasi bertahap penyegaran dari kolam renang air. Efek kesehatan kolam renang polutan Perenang yang rentan untuk mikroorganisme patogen di kolam renang air. Sebagai hasil dari air pendingin dan penyerapan, hambatan dari selaput lendir perenang dapat melemahkan, membuat mereka menjadi lebih rentan terhadap patogen di kolam renang air dan udara, dan bahkan untuk patogen yang terdapat pada tubuh mereka sendiri. Mikroorganisme yang masuk ke air melalui ekskresi oleh perenang dapat menyebabkan berbagai kondisi besar. Sebagian besar mikroorganisme patogen menyebabkan diare atau ruam kulit. Mikroorganisme tertentu dapat menyebabkan gejala serius, seperti kelumpuhan, radang otak, peradangan hati, sakit kuning, demam, muntah, diare dan infeksi respirational atau mata. Mciroorganisms patogen yang dapat ditemukan di dalam kolam renang air adalah bakteri, virus dan parasit protozoa. Anak-anak, orang lansia dan orang dengan sistem kekebalan tubuh rusak lebih rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh spesies ini dan akan jatuh sakit lebih mudah. Orang-orang yang memiliki bentuk yang tidak diobati kanker mungkin juga menderita resistensi yang lebih rendah untuk penyakit ditularkan melalui air. Bukan setiap orang yang terinfeksi akan jatuh sakit, tetapi ayam atau dia masih bisa menyebabkan penyakit menular dari orang lain. Di negara-negara berkembang, jumlah orang dengan sistem kekebalan tubuh rusak meningkat, sebagai akibat dari peningkatan jumlah pasien AIDS dalam 20 tahun terakhir. Read more: http://www.lenntech.com/processes/disinfection/swimming-pool-/swimming-pool-pollution.htm # ixzz0a5uIgZVV 6. Pembersihan air kolam renang (tetap beroperasi) Jenis-jenis kolam renang
Ada berbagai jenis kolam renang. Kolam renang berbeda dalam fungsi (tropis kolam renang, sauna), ukuran dan kondisi seperti suhu air, sistem pembersihan dan desinfeksi air mekanisme. Sebuah divisi dapat dibuat di dalam dan luar ruangan kolam renang.Ada perbedaan antara kolam renang dengan sistem recirculation air dan kolam renang air konstan yang mengalami penyegaran. Dalam sirkulasi kolam renang, air recicled dari sistem pemurnian air. Bagian dari air dipisahkan dan dibawa pergi setelah perawatan. Kolam akan diisi dengan air segar. Ketika sebuah kolam renang memiliki aliran terus-menerus, air terus-menerus segar. Air yang mundur dari kolam tersebut dibuang ke saluran pembuangan, atau akan diangkut ke pabrik pemurnian air.Sebagian besar kolam renang umum air berlaku recirculation.

Pengolahan air kolam renang
Kolam renang air harus menjalani perawatan, agar tetap jelas dan bersih, bebas dari zat berbahaya, bakteri, virus, ganggang dan patogen lain dan cocok untuk digunakan oleh perenang.

Langkah pemurnian
Kolam renang air diperlakukan dengan cara pemurnian berbagai langkah (Gambar 1). Pertama air diangkut dari kolam renang ke pabrik pemurnian air (1). Dalam pabrik pemurnian air, itu akan mengalir melalui removal filter (2), yang menghilangkan mentah/kasar pollutions, seperti rambut, plester dan daun, dari air. Setelah itu, sebuah flocculant (3) ditambahkan, yang menyebabkan koloid lebih kecil untuk mengikat bersama-sama. Koloid terlihat mengambang partikel bahan organik, seperti jaringan kulit dan serat tekstil. Polutan seperti air liur, sisa-sisa sabun, produk kosmetik dan kulit lemak. Bila polutan ini berlimpah, mereka menyebabkan kekeruhan. Partikel mengambang dihapus dari air dalam sandfilter. The sandfilter adalah backwashed secara berkala. Akhirnya, polutan yang dibuang ke selokan. 7. STP ( pengolahan limbah rumah tangga)
8. Treatment BOD/COD
9. Multi Purpose Cleaner
10. Penetralisir
11. Membersihkan aluminium coil pada AHU
12. membersihkan tembaga

Berikut beberapa resep yang bisa dicoba. Kami kelompokkan dalam katagori:

Pembersihpembersih karat, sabun, lysol dll
Pewarna Tinta, Semir
KosmetikPemerah bibir, pewarna kuku
Alat tulisLem, pelarut tip-ex
Catanti karat, cat tembok
Jika Anda ingin mencoba /bereksperimen, bisa lihat daftar bahan kimia yang biasa digunakan di Kamus Kimia Untuk Home Industry

Google
© COPYRIGHT 2005-2010 - www.wiraswasta.archipeddy.com

banner

your adv here

 

ada berminat contact via: Email: sugianto.gik256@gmail.com / sugianto_gik@yahoo.com Hp: 081313430785 ( mobile)/085736333405 (contact person 16.00-22.00 wib) Diposkan oleh Sugianto di Kamis, Desember 10, 2009 0 komentar Label: BOILER/COOLING TOWER/CHILLER Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Entri (Atom)